Praktikum Pengukuran Resistor
LAPORAN
PRAKTIKUM
HAMBATAN LISTRIK
Dosen Pembimbing : Indra Griha Tofik Isa,
M.Kom
Mata
Kuliah : Fisika Listrik
Di Susun Oleh : Dendi Nuryadi 1830521011
Fhijar Hariri Sapatari 1830521012
Rifki Selehhudin 1830521002
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SUKABUMI
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
TEKNIK
INFORMATIKA
2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT
karena atas limpahan rahmat dan hidayah-NYA, penulis mampu menyelesaikan laporan
pratikum ini dengan sebaik-baiknya. Laporan Praktikum yang berjudul “ Resistor
“ disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas kuliah “Pengukuran dan
Instrumentasi Besaran Listrik”, serta memberikan pengetahuan baru bagi penulis
dan pembaca mengenai Pengukuran Resistor .
Dalam Pembuatan Laporan ini penulis
menyadari bahwa laporan yang penulis
susun masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat penulis harapkan dengan tujuan agar laporan selanjutnya akan
lebih baik.
Sukabumi,
Januari 2019
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................ .... ..................I
Daftar Isi .......................................................................................................... ......................II
BAB I
PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ........................................................................................... ...................... 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................... ......................1
C. Tujuan ......................................................................................................... ......................2
BAB II
PEMBAHASAN ............................................................................................. .... ..................3
A. Alat
dan Bahan Praktikum .................................................................. .............................3
a.
Resistor xx ..................................................................................... ......................3
b.
Avometer ....................................................................................... .... ..................3
B. Penjelasan
Komponen .................... ..................................................... .... .......................3
Resistor
................................................................................................ .... ..............................3
Jenis
jenis resistor ................................................................................ .... ..............................4
Multimeter
................................................................................................................................8
C. Langkah
Praktikum ............................................................................. ..............................8
D. Hasil
Praktikum ................................................................................... .... ........................15
BAB III
PENUTUP........................................................................................................ ....................... 20
Kesimpulan ........................................................................................................................... 20
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Resistor adalah komponen listrik fundamental dalam
rangkaian fisik serta analisis rangkaian dan sirkuit ekuivalen. Itu adalah
atribut listrik paling awal - yang diidentifikasi tak lama setelah arus listrik
ditemukan. Semua bahan menunjukkan beberapa bentuk resistensi, ada yang lebih
besar dari yang lain, mis. tembaga, aluminium dan emas dianggap sebagai
konduktor yang baik (resistansi rendah), baja tahan karat, karbon, tungsten
adalah konduktor rata-rata (ketahanan medium), dan kemudian keramik, mika dan
udara dianggap konduktor yang buruk (resistansi tinggi).
Hukum Ohms mendefinisikan hubungan antara atribut
rangkaian:
Resistance = Volts / Current
Resistance = Power / (Current ^ 2)
Atribut non ohmic Resistance juga dapat didefinisikan
sebagai fungsi tegangan noise, sebagai bagian dari Noise Power = kTBf, dimana
resistor yang berada di atas suhu nol mutlak adalah sumber noise.
Bila sebuah resistor digabungkan dengan kapasitor atau
induktor, arus yang melalui jaringan ini akan berada di luar fase dengan
tegangan yang diberikan, dan digambarkan sebagai arus pengalihan. Kombinasi
resistansi dengan kapasitansi / induktansi dikenal sebagai impedansi, dan
matematika kompleks digunakan untuk membangun hukum ohm dasar yang ditunjukkan
di atas.
B. Rumusan
Masalah
a) Apa itu Resistor?
Resistor ialah salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam sebuah Rangkaian Elektronika. Hampir setiap dalam peralatan Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor yaitu suatu komponen Elektronika Pasif yang mempunyai nilai resistansi atau suatu hambatan tertentu yang fungsinya untuk membatasi dan mengatur suatu arus listrik dalam sebuah rangkaian Elektronika.
b) Apa itu Hukum Ohm?
Hukum Ohm adalah persamaan sederhana yang menunjukkan hubungan antara hambatan, voltase dan arus melalui kawat logam, atau beberapa jenis bahan resistif lainnya. Dalam istilah matematis, hukum Ohm adalah
ditulis sebagai:
I = V / R,
Dimana saya adalah arus (Amps), V adalah tegangan (Volts), dan R adalah resistansi (ohms).
Hukum Ohm juga bisa menunjukkan hubungan antara hambatan, voltase dan kekuatan dengan menggunakan berikut
persamaan:
P = V2
/ R,
Dimana P adalah daya (Watts), V adalah tegangan (Volts), dan R adalah resistansi (ohms).
C.
Tujuan
-
Agar
mahasiswa dapat Mengetahui karakteristik dari setiap
komponen elektronika
-
Agar
mahasiswa dapat Mengetahui cara menentukan atau menghitung
besarnya nilai dari suatu jenis komponen elektronika.
-
Agar
mahasiswa dapat mengetahui cara menggunakan Avometer dalam mengukur nilai
hambatan.
-
Agar
mahasiswa dapat menghitung nilai gelang warna pada resistor.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Alat
dan Bahan Praktikum
a.
Resistor
b. Avometer
B. Penjelasan
komponen
1. Pengertian
Resistor
Resistor adalah komponen listrik atau elektronik yang
menahan arus Resistansi terhadap aliran arus menghasilkan penurunan voltase
pada perangkat resistor. Resistor digunakan secara
ekstensif di seluruh sirkuit listrik dan elektronik.
Perangkat resistor dapat memberikan nilai resistansi
tetap, variabel, atau disesuaikan. Resistor yang dapat disesuaikan mengacu pada
rheostat, atau potensiometer. Nilai resistor dinyatakan dalam Ohm, listrik unit perlawanan Resistor
tergabung dalam sirkuit listrik atau elektronik membuat drop tegangan yang
diketahui atau hubungan arus ke tegangan.
Jika arus listrik di sirkuit diketahui (arus diukur dalam
ampere), maka resistornya bisa jadi
Digunakan untuk menciptakan perbedaan potensial yang
diketahui (perbedaan voltase) sebanding dengan arus.
Sebaliknya, jika drop tegangan (beda potensial) pada dua
titik di sirkuit diketahui, sebuah resistor
Bisa digunakan untuk membuat arus yang diketahui
sebanding dengan perbedaan itu.
Atenuator adalah jaringan dua atau lebih resistor
(pembagi tegangan).
Terminator garis adalah penghambat di ujung jalur
transmisi atau bus rantai daisy, yang dirancang agar sesuai impedansi dan
meminimalkan pantulan sinyal elektronik.
1.1
Jenis-jenis Resistor?
Pada umumnya Resistor bisa
diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu Fixed Resistor,
Variable Resistor, Thermistor dan LDR.
1. Fixed Resistor
Fixed Resistor ialah salah satu jenis Resistor yang mmepunyai nilai resistansinya tetap. Nilai Resistansi atau suatu Hambatan Resistor ini biasanya ditandai dengan kode warna ataupun kode Angka.
Fixed Resistor ialah salah satu jenis Resistor yang mmepunyai nilai resistansinya tetap. Nilai Resistansi atau suatu Hambatan Resistor ini biasanya ditandai dengan kode warna ataupun kode Angka.
Bentuk dan Simbol Fixed Resistor :
Yang tergolong dalam suatu Kategori Fixed Resistor yang
berdasarkan Komposisi bahan pembuatnya diantaranya yaitu :
a.
Carbon Composition Resistor (Resistor Komposisi Karbon)
Resistor jenis Carbon Composistion ini terbuat dari suatu komposisi karbon halus yang dicampur dengan bahan isolasi bubuk yang sebagai pengikatnya (binder) agar mendapatkan suatu nilai resistansi yang diinginkan. Semakin banyak bahan sebuah karbonnya semakin rendah pula nilai pada resistansi atau nilai hambatannya.
Nilai Resistansi yang sering ditemukan di pasaran untuk Resistor jenis Carbon Composistion Resistor ini biasanya berkisar dari 1Ω sampai 200MΩ dengan daya 1/10W sampai 2W.
Resistor jenis Carbon Composistion ini terbuat dari suatu komposisi karbon halus yang dicampur dengan bahan isolasi bubuk yang sebagai pengikatnya (binder) agar mendapatkan suatu nilai resistansi yang diinginkan. Semakin banyak bahan sebuah karbonnya semakin rendah pula nilai pada resistansi atau nilai hambatannya.
Nilai Resistansi yang sering ditemukan di pasaran untuk Resistor jenis Carbon Composistion Resistor ini biasanya berkisar dari 1Ω sampai 200MΩ dengan daya 1/10W sampai 2W.
b.
Carbon Film Resistor (Resistor Film Karbon)
Resistor Jenis Carbon Film ini terdiri dari filem tipis karbon yang diendapkan pada Subtrat isolator yang dipotong berbentuk spiral. Nilai resistansinya tergantung pada suatu proporsi karbon dan isolator. Semakin banyak bahan karbonnya semakin rendah juga nilai resistansinya. Keuntungan pada Carbon Film Resistor ini yaitu bisa menghasilkan suatu resistor dengan toleransi yang lebih rendah dan juga rendahnya kepekaan terhadap suhu jika dibandingkan dengan jenis Carbon Composition Resistor.
Nilai Resistansi Carbon Film Resistor yang tersedia di pasaran yaitu biasanya berkisar diantara 1Ω sampai 10MΩ dengan daya 1/6W hingga 5W. Karena rendahnya pada kepekaan terhadap suhu, Carbon Film Resistor bisa bekerja pada suhu yang kira-kira dari -55°C hingga 155°C.
Metal Film Resistor (Resistor Film Logam)
Resistor Jenis Carbon Film ini terdiri dari filem tipis karbon yang diendapkan pada Subtrat isolator yang dipotong berbentuk spiral. Nilai resistansinya tergantung pada suatu proporsi karbon dan isolator. Semakin banyak bahan karbonnya semakin rendah juga nilai resistansinya. Keuntungan pada Carbon Film Resistor ini yaitu bisa menghasilkan suatu resistor dengan toleransi yang lebih rendah dan juga rendahnya kepekaan terhadap suhu jika dibandingkan dengan jenis Carbon Composition Resistor.
Nilai Resistansi Carbon Film Resistor yang tersedia di pasaran yaitu biasanya berkisar diantara 1Ω sampai 10MΩ dengan daya 1/6W hingga 5W. Karena rendahnya pada kepekaan terhadap suhu, Carbon Film Resistor bisa bekerja pada suhu yang kira-kira dari -55°C hingga 155°C.
Metal Film Resistor (Resistor Film Logam)
c. Metal Film Resistor
Metal Film resistor yaitu salah
satu jenis Resistor yang dilapisi dengan Film logam yang tipis ke Subtrat
Keramik dan dipotong berbentuk spiral. Nilai Resistansinya dipengaruhi oleh
panjang, lebar dan ketebalan spiral logam.
Secara keseluruhan, Resistor jenis Metal Film ini yaitu yang terbaik diantara jenis-jenis Resistor yang ada (Carbon Composition Resistor dan Carbon Film Resistor).
Secara keseluruhan, Resistor jenis Metal Film ini yaitu yang terbaik diantara jenis-jenis Resistor yang ada (Carbon Composition Resistor dan Carbon Film Resistor).
2.
Variable Resistor
Variable Resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang nilai resistansinya bisa berubah dan diatur sesuai dengan keinginan. Pada umumnya suatu Variable Resistor terbagi menjadi 3 yaitu Potensiometer, Rheostat dan Trimpot.
Variable Resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang nilai resistansinya bisa berubah dan diatur sesuai dengan keinginan. Pada umumnya suatu Variable Resistor terbagi menjadi 3 yaitu Potensiometer, Rheostat dan Trimpot.
a. Potensiometer
Potensiometer yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang nilai resistansinya bisa berubah-ubah dengan cara memutar pada porosnya melalui sebuah Tuas yang terdapat pada sebuah Potensiometer. Nilai Resistansi Potensiometer biasanya tertulis di suatu badan Potensiometer dalam bentuk sebuah kode angka.
Potensiometer yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang nilai resistansinya bisa berubah-ubah dengan cara memutar pada porosnya melalui sebuah Tuas yang terdapat pada sebuah Potensiometer. Nilai Resistansi Potensiometer biasanya tertulis di suatu badan Potensiometer dalam bentuk sebuah kode angka.
b. Rheostat
Rheostat yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang bisa beroperasi pada suatu Tegangan dan Arus yang tinggi. Rheostat terbuat dari suatu lilitan kawat resistif dan pengaturan Nilai Resistansi dilakukan dengan penyapu yang bergerak pada suatu bagian atas Toroid.
Rheostat yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang bisa beroperasi pada suatu Tegangan dan Arus yang tinggi. Rheostat terbuat dari suatu lilitan kawat resistif dan pengaturan Nilai Resistansi dilakukan dengan penyapu yang bergerak pada suatu bagian atas Toroid.
c.
Preset Resistor (Trimpot)
Preset Resistor atau juga sering disebut dengan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang mempunyai fungsi seperti Potensiometer tetapi mempunyai suatu ukuran yang lebih kecil dan tidak mempunyai Tuas. Untuk mengatur suatu nilai resistansinya, dibutuhkan alat bantu seperti Obeng kecil untuk bisa memutar porosnya.
Preset Resistor atau juga sering disebut dengan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang mempunyai fungsi seperti Potensiometer tetapi mempunyai suatu ukuran yang lebih kecil dan tidak mempunyai Tuas. Untuk mengatur suatu nilai resistansinya, dibutuhkan alat bantu seperti Obeng kecil untuk bisa memutar porosnya.
3. Thermistor (Thermal Resistor)
Thermistor yaitu salah satu Jenis Resistor yang nilai resistansinya bisa dipengaruhi oleh suhu (Temperature). Thermistor yaitu sebuah Singkatan dari “Thermal Resistor”. Terdapat dua jenis Thermistor yakni Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan Thermistor PTC(Positive Temperature Coefficient).
Bentuk dan Simbol Thermistor : Simbol dan Bentuk Thermistor
Thermistor yaitu salah satu Jenis Resistor yang nilai resistansinya bisa dipengaruhi oleh suhu (Temperature). Thermistor yaitu sebuah Singkatan dari “Thermal Resistor”. Terdapat dua jenis Thermistor yakni Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan Thermistor PTC(Positive Temperature Coefficient).
Bentuk dan Simbol Thermistor : Simbol dan Bentuk Thermistor
4. LDR (Light Dependent Resistor)
LDR atau Light Dependent Resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang nilai Resistansinya dipengaruhi oleh intensitas Cahaya yang diterimanya
LDR atau Light Dependent Resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang nilai Resistansinya dipengaruhi oleh intensitas Cahaya yang diterimanya
Bentuk dan Simbol LDR
2. Multimeter
Multimeter atau sering juga disebut dengan
istilah multitester merupakan
salah satu toolkit penting bagi para praktisi elektronika. Multimeter adalah
gabungan dari beberapa alat ukur elektronik yang dikemas dalam satu kemasan.
Pada umumnya setiap “multimeter” minimal memiliki 3 fungsi ukur yaitu sebagai
alat ukur arus (Ampere Meter),
alat ukur tegangan (Volt Meter)
dan alaut ukur resistansi (Ohm Meter).
Karena 3 fungsi ukur tersebut selalu dimiliki oleh multimeter / multitester
maka sering juga disebut sebagai AVO meter. Akan tetapi sesuai
perkembangan teknologi maka multimeter pada saat ini ada yang telah memiliki
fungsi lain sebagai alut ukur kapasitansi kapasitor, sebagai alat ukur
frekuensi dan sebagai alat ukur faktor penguatan transistor.
Berdasarkan tampilan display atau meter yang
digunakan maka multimeter /multitester dibedakan menjadi 2 jneis yaitu :
- Multimeter Analog
Multimeter analog merupakan jenis multimeter /
multitester yang menggunakan display ukur (meter) dengan tipe jarum penunjuk.
Sehingga untuk membaca hasil ukur harus dilakukan dengan cara melihat posisi
jarum penunjuk pada meter dan melihat posisi saklar selektor pada posisi batas
ukur kemudian melakukan perhitungan secara manual untuk mendapatkan hasil
ukurnya. Kondisi atau proses pembacaan hasil ukur yang masih manual inilah yang
menyebabkan multimeter / multitester janis ini dinamakan sebagai multimeter
analog.
- Multimeter Digital
Multimeter digital atau sering juga disebut sebagai
digital multitester sama merupakan jenis multimeter yang talah menggunakan
display digital sebagai penampil hasil ukurnya. Hasil ukur yang ditampilkan
pada multitester digital merupakan hasil yang telah sesuai, sehingga tidak
perlu dilakukan lagi perhitungan antara hasil ukur dan batas ukur.
2.2 Fungsi
Multimeter
Fungsi ukur yang dimiliki setiap multimeter ada
beberapa macam tergantung tipe dan merk multimeter. Akan tetapi pada umumnya
setiap multimeter / multitester memiliki 3 fungsi ukur utama yaitu sebagai alat
ukur arus, tegangan dan resistansi. Berikut adalah beberapa fungsi ukur yang
ada pada multimeter.
- Ampere Meter
Ampere meter adalah salah satu fungsi ukur pada
multimeter yang berfungsi untuk mengukur arus listrik. Pada multimeter pada
umumnya terdiri dari 2 jenis ampere meter yaitu ampere meter DC dan amper meter
AC. Pada multimeter analog dan digital pada fungsi ampere meter ini saklar
selektor berfungsi sebagai batas ukur maksimum, oleh karena itu arus yang akan
diukur harus diprediksikan dibawah batas ukur multimeter yang digunakan. Hal
ini bertujuan untuk menghindari kerusakan pada multimeter.
- Volt Meter
Volt meter merupakan fungsi ukur untuk mengetahui
level tegangan listrik. Sama halnya dengan fungsi multimeter sebagai ampere
meter. Pada fungsi volt meter ini saklar selektor yang ada pada multimeter baik
digital maupun analog berfungsi sebagaibatas ukur maksimum, oleh karenaitu
harus diprediksikan level tegangan yang akan diukur harus dibawah nilai batas
ukur yang dipilih.
- Ohm Meter
Ohm meter merupakan salah satu fungsi multimeter
yang berfungsi untuk mengetahui nilai resistansi suatu resistor atau komponen
elektronika yang memiliki unsur resistansi. Pada fungsi ohm meter ini untuk
multimeter analog saklar selektor berfungsi sebagai multiplier sedangkan pada
multimeter digital saklar selektor berfungsi sebagai bats ukur maksimum suatu
resistansi yang dapat dihitung oleh multimeter tersebut.
- Hfe Meter
Hfe Meter tidak selalu terdapat pada setiap
multimeter, fungsi Hfe meter ini digunakan untuk mengetahui nilai faktor
penguatan transistor. Pada fungsi ini pada umumnya multimeter yang memiliki
fungsi Hfe meter dapat diguanakan untuk mengukur faktor penguatan transistor
tipe NPN dan PNP.
- Kapasitansi Meter
Kapasitansi meter merupakan fungsi yang tidak
selalu terdapat pada setiap multimeter. Fungsi kapasitansi meter ini berguna
untuk mengetahui nilai kapastansi suatu kapasitor. Pada multi meter analog yang
telah memiliki fungsi kapasitansi meter saklar selektor pada fungsi ini
berfungsi sebagai multiplier atau faktor pengali dari nilai yang ditunjukan
oleh jarum meter. Sedangkan pada multimeter digital dengan fungsi kapasitansi
meter maka saklar selektor berfungsi sebagai batas ukur maksimum.
- Frekuensi Meter
Frekuensi meter hanya terdapat pada tipe multimeter
digital tertentu. Fungsi frekuensi meter ini digunakan untuk mengetahui
frekuensi suatu sinyal atau isyarat pada suatu rangkaian elektronika.
Kualitas suatu multimeter ditentukan dari
akurasi hasil ukur dan daya tahan multimeter tersebut. Berapa merk
multimeter umum dan memiliki kualitas diantaranya adalah multimeter dengan
merk sanwa dan heles. Harga jual multimeter analog maupun multimeter digital
merk sanwa dan heles tergantung pada tipe multimeter tersebut.
C. Langkah
praktikum
Pada artikel ini kita akan membahas
bagaimana cara melakukan pengukuran tahanan resistor (satuan ohm yang
disimbolkan Ω) dengan menggunakan multimeter analog. Bagian yang paling
penting dalam pembacaan tahanan menggunakan multimeter adalah :
1. Pengukuran Resistor?.
Pada perangkat elektronik, resistor pada umumnya digunakan
untuk membagi arus dan membagi tegangan. Untuk mengetahui besar tahanan dari
sebuah resistor, kita membutuhkan sebuah alat ukur yang sering disebut dengan
ohmmeter. Alat ukur lain yang paling banyak digunakan oleh seorang
teknisi adalah multimeter.
Multimeter alat ukur kelistrikan
multifungsi
2.
Pengaturan
pengali pada knop multimeter
3.
Kalibrasi
4.
Pembacaan
skala
Adapun langkah pengukuran adalah sebagai berikut :
-
Siapkan
multimeter
-
tancapkan
probe merah pada terminal + dan probe hitam pada terminal – (com). Pada saat
pemasangan probe pastikan dan biasakan warna probe sesuai dengan terminalnya,
meskipun sebenarnaya tidak akan mempengaruhi pengukuran atau membahayakan alat
ukur itu sendiri.
-
Baca
besar resistor berdasarkan gelang warnanya. Hal ini dilakukan untuk menentukan
pemilihan pengali pada knop multimeter.
-
Pilih
pengali dengan mengarahkan knop multimeter pada pengali tahanan. Pemilihan
pengali disesuaikan dengan besar tahanan yang akan diukur.
-
Lakukan
kalibrasi alat ukur. Perlu diingat bahwasannya kalibrasi dilakukan setiap kali
kita mengganti besar pengalinya. Adapun langkah kalibrasi akan saya jelaskan
pada bagian bawah artikel ini bagian contoh pengukuran.
-
Lakukan
pembacaan skala. Perlu diingat bahwa dalam pembacaan skala pada multimeter cari
garis skala yang memiliki penunjuk angka nol di sebelah kanan. Biasanya garis
skala pengukuran tahanan berwarna hijau dan ditandai dengan simbol Ω.
Contoh pengukuran :
Ukur tahanan resistor di bawah ini
Langkah pengukuran :
Siapkan multimeter dan tancapkan probe merah pada terminal
positif (+) dan probe hitam pada terminal com (-).
Pemilihan pengali
pada multimeter berdasarkan besar tahanan yang telah diukur melalui pembacaan
gelang warna. Jika berdasarkan pebacaan gelang warna resistor memiliki tahanan
sebesar 220000Ω = 220KΩ. Untuk itu pengali tahanan dipilih yang x 1K.
Pemilihan pengali
Dari hasil penyatuan ujung probe diketahui bahwa jarum
penunjuk belum menunjuk pada skala nol. Untuk itu kita perlu melakukan
kalibasi, dengan memutar knop sampai jarum penunjuk menunjuk skala nol
knop kalibrasi
Proses pengukuran
Hasil Praktikum
Hasil Praktikum
Dari hasil pengukuran menunjukkan hasil :
Berdasarkan gambar di atas hasil menunjukkan 450. Dari hasil
penunjukan tersebut kemudian dikalikan dengan pengali (1K) sehingga hasilnya
tahanan = 450 x 1000
tahanan = 450000
tahanan = 450K Ω
D.Analisis
Resistor
|
Nilai
|
Nilai
|
Nilai
|
Nilai
|
Hasil
|
Hasil
|
Gelang
|
Gelang
|
Gelang
|
Gelang
|
Pengamatan
|
Pengukuran
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
(Analog)
|
||
1
|
Kuning
|
Biru
|
cokelat
|
Emas
|
460
|
500
|
2
|
Cokelat
|
hitam
|
Hijau
|
Emas
|
1.000.000
|
1.000.000
|
3
|
Hijau
|
Biru
|
merah
|
Emas
|
5.600
|
5.000
|
4
|
Hijau
|
Biru
|
Orange
|
Emas
|
56.000
|
50.000
|
5
|
Orange
|
Orange
|
Orange
|
Emas
|
33.000
|
30.000
|
6
|
Cokelat
|
Hijau
|
Merah
|
Emas
|
600
|
600
|
1.
Pembacaan dan Pengukuran
Pembacaan dan Pengukuran
a.
Resistor
1 = Lingkaran warna kuning = 4
Lingkaran warna biru = 6
Lingkaran warna cokelat = 10
Lingkaran warna emas = 5% +
46.10 ± 5% Ω
Lingkaran warna biru = 6
Lingkaran warna cokelat = 10
Lingkaran warna emas = 5% +
46.10 ± 5% Ω
460 Ω ± 5% . 460 Ω
b.
Resistor 2 = Lingkaran
warna cokelat = 1
Lingkaran warna hitam = 0
Lingkaran warna Hijau = 106
Lingkaran warna emas = 5% +
10.105 ± 5% Ω
Lingkaran warna hitam = 0
Lingkaran warna Hijau = 106
Lingkaran warna emas = 5% +
10.105 ± 5% Ω
1.000.000 ± 5% . 1.000.000
M Ω
950.000 M Ω s/d 1.050.000 M Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 1.000.000 M Ω

c
. Resistor 3 = Lingkaran warna hijau = 5
Lingkaran warna biru = 6
Lingkaran warna merah = 101
Lingkaran warna emas = 5% +
56. 101 ± 5% Ω
5600 ± 5% .5600 K Ω
5320 s/d 5880 K Ω (batas
atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 5000 K Ω
Hasil pengukuran= 5000 K Ω
d.
Resistor 4 = Lingkaran
warna hijau = 5
Lingkaran warna biru = 6
Lingkaran warna orange = 103
Lingkaran warna emas = 5% +
56.103 ± 5% Ω
Lingkaran warna biru = 6
Lingkaran warna orange = 103
Lingkaran warna emas = 5% +
56.103 ± 5% Ω
56000 ± 5% .56000 K Ω
53200 s/d 58800 K Ω (batas
atas dan bawah)
e.
Resistor 5 = Lingkaran
warna orange = 3
Lingkaran warna orange = 3
Lingkaran warna orange = 103
Lingkaran warna emas = 5% +
Lingkaran warna orange = 3
Lingkaran warna orange = 103
Lingkaran warna emas = 5% +
33000 ± 5% .33000 K Ω
31350 s/d 34650 K Ω (batas
atas dan bawah)
f.
Resistor 6 = Lingkaran
warna cokelat = 1
Lingkaran warna hijau = 5
Lingkaran warna merah = 101
Lingkaran warna emas = 5% +
15.101 ± 5% Ω
Lingkaran warna hijau = 5
Lingkaran warna merah = 101
Lingkaran warna emas = 5% +
15.101 ± 5% Ω
1500± 5% .1500 K Ω
1425 s/d 1575 K Ω (batas
atas dan bawah)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah melakukan praktek
menghitung/mengukur besaran nilai dari hambatan resistor maka bisa diambil
kesimpulan. Perhitungan besar daripada resistor / hambatan bias dilakukan
dengan cara menghitung secara manual yaitu dengan membaca lingkaran warna pada
resistor sesuai dengan nilai/harga dari warna yang ada atau bisa juga dilakukan
dengan menggunakan alat ukur tegangan multitester. Hal lainnya yang didapat
yaitu
1. Adjust
ohms meter berfungsi sebagai pengatur agar jarum meter unit tepat pada posisi
simpangan skala penuh,
2. Dalam
pemindahan batas ukur dapat mempermudah pembacaan nilai resistor,
3. Jika
batas ukur diganti maka ohm meter adjust harus kita pertimbangkan
atau diatur agar jarum penunjuk pada meter unit berada pada simpangan skala
penuh.
4. Resistor
yang kita ukur masih dalam keadaan baik karena masih dalam batas ukur.
5. Dalam
pembacaan pada sudut yang berbeda akan mempengaruhi pembacaan nilai hambatan
resistor serta kehilangan muatan saat pengukuran.
Hasil pengukuran bisa saja berbeda
antara pengukuran dengan cara membaca kode warna dengan pengukuran menggunakan
alat multitester, hal ini disebabkan oleh beberapa factor diantaranya bisa
karena sudut pandang yang berbeda, jarum yang tidak diatur hingga titik
nol ataupun bisa juga karena kesalahan terhadap pembacanya. Maka dari itu
dibutuhkan ketelitian dalam membacanya.
Komentar
Posting Komentar