Praktikum Pengukuran Resistor



LAPORAN PRAKTIKUM
HAMBATAN LISTRIK





Dosen Pembimbing     :           Indra Griha Tofik Isa, M.Kom
Mata Kuliah                :           Fisika Listrik
Di Susun Oleh             :           Dendi Nuryadi               1830521011
Fhijar Hariri Sapatari     1830521012
                                                Rifki Selehhudin            1830521002
                                               


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
TEKNIK INFORMATIKA
2018/2019







KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan hidayah-NYA, penulis mampu menyelesaikan laporan pratikum ini dengan sebaik-baiknya. Laporan Praktikum yang berjudul “ Resistor “ disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas kuliah “Pengukuran dan Instrumentasi Besaran Listrik”, serta memberikan pengetahuan baru bagi penulis dan pembaca mengenai Pengukuran Resistor .

Dalam Pembuatan Laporan ini penulis menyadari bahwa laporan yang  penulis susun masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dengan tujuan agar laporan selanjutnya akan lebih baik.
                                                           
                                                                                               


                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sukabumi, Januari 2019

                                                           
                                Penulis






                                                                      DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................ .... ..................I
Daftar Isi .......................................................................................................... ......................II

BAB I
PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ........................................................................................... ...................... 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................... ......................1
C. Tujuan ......................................................................................................... ......................2

BAB II 
PEMBAHASAN ............................................................................................. .... ..................3
      A.    Alat dan Bahan Praktikum .................................................................. .............................3
a.       Resistor xx ..................................................................................... ......................3
b.      Avometer ....................................................................................... .... ..................3
      B.     Penjelasan Komponen .................... ..................................................... .... .......................3
Resistor ................................................................................................ .... ..............................3
Jenis jenis resistor ................................................................................ .... ..............................4
Multimeter ................................................................................................................................8
      C.     Langkah Praktikum ............................................................................. ..............................8
      D.    Hasil Praktikum ................................................................................... .... ........................15

BAB III
PENUTUP........................................................................................................ ....................... 20
Kesimpulan   ........................................................................................................................... 20






BAB 1
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Resistor adalah komponen listrik fundamental dalam rangkaian fisik serta analisis rangkaian dan sirkuit ekuivalen. Itu adalah atribut listrik paling awal - yang diidentifikasi tak lama setelah arus listrik ditemukan. Semua bahan menunjukkan beberapa bentuk resistensi, ada yang lebih besar dari yang lain, mis. tembaga, aluminium dan emas dianggap sebagai konduktor yang baik (resistansi rendah), baja tahan karat, karbon, tungsten adalah konduktor rata-rata (ketahanan medium), dan kemudian keramik, mika dan udara dianggap konduktor yang buruk (resistansi tinggi).
Hukum Ohms mendefinisikan hubungan antara atribut rangkaian:
Resistance = Volts / Current
Resistance = Power / (Current ^ 2)
Atribut non ohmic Resistance juga dapat didefinisikan sebagai fungsi tegangan noise, sebagai bagian dari Noise Power = kTBf, dimana resistor yang berada di atas suhu nol mutlak adalah sumber noise.
Bila sebuah resistor digabungkan dengan kapasitor atau induktor, arus yang melalui jaringan ini akan berada di luar fase dengan tegangan yang diberikan, dan digambarkan sebagai arus pengalihan. Kombinasi resistansi dengan kapasitansi / induktansi dikenal sebagai impedansi, dan matematika kompleks digunakan untuk membangun hukum ohm dasar yang ditunjukkan di atas.

B.       Rumusan Masalah
a)       Apa itu Resistor?
Resistor ialah salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam sebuah Rangkaian Elektronika. Hampir setiap dalam peralatan Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor yaitu suatu komponen Elektronika Pasif yang mempunyai nilai resistansi atau suatu hambatan tertentu yang fungsinya untuk membatasi dan mengatur suatu arus listrik dalam sebuah rangkaian Elektronika. 
b)      Apa itu Hukum Ohm?
Hukum Ohm adalah persamaan sederhana yang menunjukkan hubungan antara hambatan, voltase dan arus melalui kawat logam, atau beberapa jenis bahan resistif lainnya. Dalam istilah matematis, hukum Ohm adalah
ditulis sebagai:
I = V / R,
 
Dimana saya adalah arus (Amps), V adalah tegangan (Volts), dan R adalah resistansi (ohms).
Hukum Ohm juga bisa menunjukkan hubungan antara hambatan, voltase dan kekuatan dengan menggunakan berikut
persamaan:
P = V2
/ R,
Dimana P adalah daya (Watts), V adalah tegangan (Volts), dan R adalah resistansi (ohms).
 
C.       Tujuan
-          Agar mahasiswa dapat Mengetahui karakteristik dari setiap komponen elektronika
-          Agar mahasiswa dapat Mengetahui cara menentukan atau menghitung besarnya nilai dari suatu jenis komponen elektronika.
-          Agar mahasiswa dapat mengetahui cara menggunakan Avometer dalam mengukur nilai hambatan.
-          Agar mahasiswa dapat menghitung nilai gelang warna pada resistor.
 
 
BAB II 
PEMBAHASAN
 
A.      Alat dan Bahan Praktikum
a.       Resistor






b.      Avometer



B.       Penjelasan komponen
1.      Pengertian Resistor
Resistor adalah komponen listrik atau elektronik yang menahan arus Resistansi terhadap aliran arus menghasilkan penurunan voltase pada perangkat resistor. Resistor digunakan secara ekstensif di seluruh sirkuit listrik dan elektronik.
Perangkat resistor dapat memberikan nilai resistansi tetap, variabel, atau disesuaikan. Resistor yang dapat disesuaikan mengacu pada rheostat, atau potensiometer. Nilai resistor dinyatakan dalam Ohm, listrik unit perlawanan Resistor tergabung dalam sirkuit listrik atau elektronik membuat drop tegangan yang diketahui atau hubungan arus ke tegangan.
Jika arus listrik di sirkuit diketahui (arus diukur dalam ampere), maka resistornya bisa jadi
Digunakan untuk menciptakan perbedaan potensial yang diketahui (perbedaan voltase) sebanding dengan arus.
Sebaliknya, jika drop tegangan (beda potensial) pada dua titik di sirkuit diketahui, sebuah resistor
Bisa digunakan untuk membuat arus yang diketahui sebanding dengan perbedaan itu.
Atenuator adalah jaringan dua atau lebih resistor (pembagi tegangan).
Terminator garis adalah penghambat di ujung jalur transmisi atau bus rantai daisy, yang dirancang agar sesuai impedansi dan meminimalkan pantulan sinyal elektronik.

1.1         Jenis-jenis Resistor?
Pada umumnya Resistor bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu Fixed Resistor, Variable Resistor, Thermistor dan LDR.
1. Fixed Resistor
Fixed Resistor ialah salah satu jenis Resistor yang mmepunyai nilai resistansinya tetap. Nilai Resistansi atau suatu Hambatan Resistor ini biasanya ditandai dengan kode warna ataupun kode Angka. 
Bentuk dan Simbol Fixed Resistor :


Yang tergolong dalam suatu Kategori Fixed Resistor yang berdasarkan Komposisi bahan pembuatnya diantaranya yaitu :
 
a. Carbon Composition Resistor (Resistor Komposisi Karbon)
Resistor jenis Carbon Composistion ini terbuat dari suatu komposisi karbon halus yang dicampur dengan bahan isolasi bubuk yang sebagai pengikatnya (binder) agar mendapatkan suatu nilai resistansi yang diinginkan. Semakin banyak bahan sebuah karbonnya semakin rendah pula nilai pada resistansi atau nilai hambatannya.

Nilai Resistansi yang sering ditemukan di pasaran untuk Resistor jenis Carbon Composistion Resistor ini biasanya berkisar dari 1Ω sampai 200MΩ dengan daya 1/10W sampai 2W.
 
b. Carbon Film Resistor (Resistor Film Karbon)
Resistor Jenis Carbon Film ini terdiri dari filem tipis karbon yang diendapkan pada Subtrat isolator yang dipotong berbentuk spiral. Nilai resistansinya tergantung pada suatu proporsi karbon dan isolator. Semakin banyak bahan karbonnya semakin rendah juga nilai resistansinya. Keuntungan pada Carbon Film Resistor ini yaitu bisa  menghasilkan suatu resistor dengan toleransi yang lebih rendah dan juga rendahnya kepekaan terhadap suhu jika dibandingkan dengan jenis Carbon Composition Resistor.

Nilai Resistansi Carbon Film Resistor yang tersedia di pasaran yaitu biasanya berkisar diantara 1Ω sampai 10MΩ dengan daya 1/6W hingga 5W. Karena rendahnya pada kepekaan terhadap suhu, Carbon Film Resistor bisa bekerja pada suhu yang kira-kira dari -55°C hingga 155°C.
Metal Film Resistor (Resistor Film Logam)


c. Metal Film Resistor 
Metal Film resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang dilapisi dengan Film logam yang tipis ke Subtrat Keramik dan dipotong berbentuk spiral. Nilai Resistansinya dipengaruhi oleh panjang, lebar  dan ketebalan spiral logam.

Secara keseluruhan, Resistor jenis Metal Film ini yaitu yang terbaik diantara jenis-jenis Resistor yang ada (Carbon Composition Resistor dan Carbon Film Resistor).
 
2. Variable Resistor
Variable Resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang nilai resistansinya bisa berubah dan diatur sesuai dengan keinginan. Pada umumnya suatu Variable Resistor terbagi menjadi 3 yaitu Potensiometer, Rheostat dan Trimpot.
Bentuk dan Simbol Variable Resistor


a. Potensiometer
Potensiometer yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang nilai resistansinya bisa berubah-ubah dengan cara memutar pada porosnya melalui sebuah Tuas yang terdapat pada sebuah Potensiometer. Nilai Resistansi Potensiometer biasanya tertulis di suatu badan Potensiometer dalam bentuk sebuah kode angka.
 
b. Rheostat
Rheostat yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang bisa beroperasi pada suatu Tegangan dan Arus yang tinggi. Rheostat terbuat dari suatu lilitan kawat resistif dan pengaturan Nilai Resistansi dilakukan dengan penyapu yang bergerak pada suatu bagian atas Toroid.
 
c. Preset Resistor (Trimpot)
Preset Resistor atau juga sering disebut dengan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang mempunyai fungsi seperti Potensiometer tetapi mempunyai suatu ukuran yang lebih kecil dan tidak mempunyai Tuas. Untuk mengatur suatu nilai resistansinya, dibutuhkan alat bantu seperti Obeng kecil untuk bisa memutar porosnya.
 
3. Thermistor (Thermal Resistor)
Thermistor yaitu salah satu Jenis Resistor yang nilai resistansinya bisa dipengaruhi oleh suhu (Temperature). Thermistor yaitu sebuah Singkatan dari “Thermal Resistor”. Terdapat dua jenis Thermistor yakni Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan Thermistor PTC(Positive Temperature Coefficient).
Bentuk dan Simbol Thermistor : Simbol dan Bentuk Thermistor 


 
4. LDR (Light Dependent Resistor)
LDR atau Light Dependent Resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang nilai Resistansinya dipengaruhi oleh intensitas Cahaya yang diterimanya
Bentuk dan Simbol LDR


2.      Multimeter
Multimeter atau sering juga disebut dengan istilah multitester merupakan salah satu toolkit penting bagi para praktisi elektronika. Multimeter adalah gabungan dari beberapa alat ukur elektronik yang dikemas dalam satu kemasan. Pada umumnya setiap “multimeter” minimal memiliki 3 fungsi ukur yaitu sebagai alat ukur arus (Ampere Meter), alat ukur tegangan (Volt Meter) dan alaut ukur resistansi (Ohm Meter). Karena 3 fungsi ukur tersebut selalu dimiliki oleh multimeter / multitester maka sering juga disebut sebagai AVO meter. Akan tetapi sesuai perkembangan teknologi maka multimeter pada saat ini ada yang telah memiliki fungsi lain sebagai alut ukur kapasitansi kapasitor, sebagai alat ukur frekuensi dan sebagai alat ukur faktor penguatan transistor.

2.1   Jenis Multimeter
Berdasarkan tampilan display atau meter yang digunakan maka multimeter /multitester dibedakan menjadi 2 jneis yaitu :
  1. Multimeter Analog
Multimeter analog merupakan jenis multimeter / multitester yang menggunakan display ukur (meter) dengan tipe jarum penunjuk. Sehingga untuk membaca hasil ukur harus dilakukan dengan cara melihat posisi jarum penunjuk pada meter dan melihat posisi saklar selektor pada posisi batas ukur kemudian melakukan perhitungan secara manual untuk mendapatkan hasil ukurnya. Kondisi atau proses pembacaan hasil ukur yang masih manual inilah yang menyebabkan multimeter / multitester janis ini dinamakan sebagai multimeter analog.
  1. Multimeter Digital
Multimeter digital atau sering juga disebut sebagai digital multitester sama merupakan jenis multimeter yang talah menggunakan display digital sebagai penampil hasil ukurnya. Hasil ukur yang ditampilkan pada multitester digital merupakan hasil yang telah sesuai, sehingga tidak perlu dilakukan lagi perhitungan antara hasil ukur dan batas ukur.
2.2 Fungsi Multimeter
Fungsi ukur yang dimiliki setiap multimeter ada beberapa macam tergantung tipe dan merk multimeter. Akan tetapi pada umumnya setiap multimeter / multitester memiliki 3 fungsi ukur utama yaitu sebagai alat ukur arus, tegangan dan resistansi. Berikut adalah beberapa fungsi ukur yang ada pada multimeter.
  1. Ampere Meter
Ampere meter adalah salah satu fungsi ukur pada multimeter yang berfungsi untuk mengukur arus listrik. Pada multimeter pada umumnya terdiri dari 2 jenis ampere meter yaitu ampere meter DC dan amper meter AC. Pada multimeter analog dan digital pada fungsi ampere meter ini saklar selektor berfungsi sebagai batas ukur maksimum, oleh karena itu arus yang akan diukur harus diprediksikan dibawah batas ukur multimeter yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerusakan pada multimeter.
  1. Volt Meter
Volt meter merupakan fungsi ukur untuk mengetahui level tegangan listrik. Sama halnya dengan fungsi multimeter sebagai ampere meter. Pada fungsi volt meter ini saklar selektor yang ada pada multimeter baik digital maupun analog berfungsi sebagaibatas ukur maksimum, oleh karenaitu harus diprediksikan level tegangan yang akan diukur harus dibawah nilai batas ukur yang dipilih.
  1. Ohm Meter
Ohm meter merupakan salah satu fungsi multimeter yang berfungsi untuk mengetahui nilai resistansi suatu resistor atau komponen elektronika yang memiliki unsur resistansi. Pada fungsi ohm meter ini untuk multimeter analog saklar selektor berfungsi sebagai multiplier sedangkan pada multimeter digital saklar selektor berfungsi sebagai bats ukur maksimum suatu resistansi yang dapat dihitung oleh multimeter tersebut.
  1. Hfe Meter
Hfe Meter tidak selalu terdapat pada setiap multimeter, fungsi Hfe meter ini digunakan untuk mengetahui nilai faktor penguatan transistor. Pada fungsi ini pada umumnya multimeter yang memiliki fungsi Hfe meter dapat diguanakan untuk mengukur faktor penguatan transistor tipe NPN dan PNP.
  1. Kapasitansi Meter
Kapasitansi meter merupakan fungsi yang tidak selalu terdapat pada setiap multimeter. Fungsi kapasitansi meter ini berguna untuk mengetahui nilai kapastansi suatu kapasitor. Pada multi meter analog yang telah memiliki fungsi kapasitansi meter saklar selektor pada fungsi ini berfungsi sebagai multiplier atau faktor pengali dari nilai yang ditunjukan oleh jarum meter. Sedangkan pada multimeter digital dengan fungsi kapasitansi meter maka saklar selektor berfungsi sebagai batas ukur maksimum.
  1. Frekuensi Meter
Frekuensi meter hanya terdapat pada tipe multimeter digital tertentu. Fungsi frekuensi meter ini digunakan untuk mengetahui frekuensi suatu sinyal atau isyarat pada suatu rangkaian elektronika.
Kualitas suatu multimeter ditentukan dari akurasi hasil ukur dan daya tahan multimeter tersebut. Berapa merk multimeter umum dan memiliki kualitas diantaranya adalah multimeter dengan merk sanwa dan heles. Harga jual multimeter analog maupun multimeter digital merk sanwa dan heles tergantung pada tipe multimeter tersebut.
Bottom of Form

C.       Langkah praktikum
Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara melakukan pengukuran tahanan resistor (satuan ohm yang disimbolkan Ω) dengan menggunakan multimeter analog. Bagian yang paling penting dalam pembacaan tahanan menggunakan multimeter adalah :
1.      Pengukuran Resistor?.
Pada perangkat elektronik, resistor pada umumnya digunakan untuk membagi arus dan membagi tegangan. Untuk mengetahui besar tahanan dari sebuah resistor, kita membutuhkan sebuah alat ukur yang sering disebut dengan ohmmeter.  Alat ukur lain yang paling banyak digunakan oleh seorang teknisi adalah multimeter.
Multimeter alat ukur kelistrikan multifungsi
2.      Pengaturan pengali pada knop multimeter
3.      Kalibrasi
4.      Pembacaan skala
Adapun langkah pengukuran adalah sebagai berikut :
-          Siapkan multimeter
-          tancapkan probe merah pada terminal + dan probe hitam pada terminal – (com). Pada saat pemasangan probe pastikan dan biasakan warna probe sesuai dengan terminalnya, meskipun sebenarnaya tidak akan mempengaruhi pengukuran atau membahayakan alat ukur itu sendiri.
-          Baca besar resistor berdasarkan gelang warnanya. Hal ini dilakukan untuk menentukan pemilihan pengali pada knop multimeter.
-          Pilih pengali dengan mengarahkan knop multimeter pada pengali tahanan. Pemilihan pengali disesuaikan dengan besar tahanan yang akan diukur.
-          Lakukan kalibrasi alat ukur. Perlu diingat bahwasannya kalibrasi dilakukan setiap kali kita mengganti besar pengalinya. Adapun langkah kalibrasi akan saya jelaskan pada bagian bawah artikel ini bagian contoh pengukuran.
-          Lakukan pembacaan skala. Perlu diingat bahwa dalam pembacaan skala pada multimeter cari garis skala yang memiliki penunjuk angka nol di sebelah kanan. Biasanya garis skala pengukuran tahanan berwarna hijau dan ditandai dengan simbol  Ω.
Contoh pengukuran :
Ukur tahanan resistor di bawah ini

contoh resistor
Langkah pengukuran :
Siapkan multimeter dan tancapkan probe merah pada terminal positif (+) dan probe hitam pada terminal com (-).
1.colokkan probe hitam pada terminal positif (+)
2. colokkan probe hitam pada terminal com (-)
 Pemilihan pengali pada multimeter berdasarkan besar tahanan yang telah diukur melalui pembacaan gelang warna. Jika berdasarkan pebacaan gelang warna resistor memiliki tahanan sebesar 220000Ω = 220KΩ. Untuk itu pengali tahanan dipilih yang x 1K.


Pemilihan pengali
Lakukan kalibrasi dengan menyatukan ujung kedua probe menjadi satu
Menghubungkan kedua ujung probe
Dari hasil penyatuan ujung probe diketahui bahwa jarum penunjuk belum menunjuk pada skala nol. Untuk itu kita perlu melakukan kalibasi, dengan memutar knop sampai jarum penunjuk menunjuk skala nol

knop kalibrasi
Jika kalibrasi multimeter sudah dilakukan, kita tinggal melakukan pengukuran
Proses pengukuran 

Hasil Praktikum
Dari hasil pengukuran menunjukkan hasil :
Berdasarkan gambar di atas hasil menunjukkan 450. Dari hasil penunjukan tersebut kemudian dikalikan dengan pengali (1K) sehingga hasilnya
tahanan = 450 x  1000
tahanan = 450000
tahanan = 450K Ω
D.Analisis

Resistor
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Hasil
Hasil

Gelang
Gelang
Gelang
Gelang
Pengamatan
Pengukuran

1
2
3
4

(Analog)
1
Kuning
Biru
cokelat
Emas
460                 
500
2
Cokelat
hitam
Hijau
Emas
1.000.000       
1.000.000       
3
Hijau
Biru
merah
Emas
5.600  
5.000  
4
Hijau
Biru
Orange
Emas
56.000
50.000
5
Orange
Orange
Orange
Emas
33.000
30.000
6
Cokelat
Hijau
Merah
Emas
600                 
600
1.   
  Pembacaan dan Pengukuran
a.       Resistor 1 = Lingkaran warna  kuning = 4

                     Lingkaran warna biru  = 6
                     Lingkaran warna cokelat = 10
                     Lingkaran warna emas    =  5%   +
                     46.10 ± 5% Ω
460 Ω ± 5% . 460 Ω
437  M Ω s/d 483 Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 500 Ω















b.      Resistor 2 = Lingkaran warna  cokelat = 1
                     Lingkaran warna hitam = 0
                     Lingkaran warna Hijau = 106
                     Lingkaran warna emas    =  5%   +
                     10.10± 5% Ω
1.000.000  ± 5% . 1.000.000 M Ω
950.000 M Ω s/d 1.050.000  M Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 1.000.000 M Ω












c


.       Resistor 3 = Lingkaran warna  hijau = 5
                     Lingkaran warna biru = 6
                     Lingkaran warna merah = 101
                     Lingkaran warna emas    =  5%   +
                     56. 101 ± 5% Ω
5600 ± 5% .5600 K Ω
5320 s/d 5880 K Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 5000  K Ω
 


d.      Resistor 4 = Lingkaran warna  hijau  = 5  
                     Lingkaran warna biru = 6
                     Lingkaran warna orange = 103
                     Lingkaran warna emas    =  5%   +
                     56.10± 5% Ω
56000 ± 5% .56000 K Ω
53200 s/d 58800 K Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 50000 K Ω



 
e.       Resistor 5 = Lingkaran warna  orange = 3
                     Lingkaran warna orange = 3
                     Lingkaran warna orange = 103
                     Lingkaran warna emas    =  5%   +
33000 ± 5% .33000 K Ω
31350 s/d 34650 K Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 30000  K Ω

 
f.        Resistor 6 = Lingkaran warna  cokelat = 1
                     Lingkaran warna hijau  = 5
                     Lingkaran warna merah = 101
                     Lingkaran warna emas    =  5%   +
                     15.10± 5% Ω
1500± 5% .1500 K Ω
1425 s/d 1575 K Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 1500 K Ω













 BAB III
      PENUTUP   
A.      Kesimpulan
Setelah melakukan praktek menghitung/mengukur besaran nilai dari hambatan resistor maka bisa diambil kesimpulan. Perhitungan besar daripada resistor / hambatan bias dilakukan dengan cara menghitung secara manual yaitu dengan membaca lingkaran warna pada resistor sesuai dengan nilai/harga dari warna yang ada atau bisa juga dilakukan dengan menggunakan alat ukur tegangan multitester. Hal lainnya yang didapat yaitu
1.      Adjust ohms meter berfungsi sebagai pengatur agar jarum meter unit tepat pada posisi simpangan skala penuh,
2.      Dalam pemindahan batas ukur dapat mempermudah pembacaan nilai resistor,
3.      Jika batas ukur diganti maka  ohm meter adjust harus kita pertimbangkan atau diatur agar jarum penunjuk pada meter unit berada pada simpangan skala penuh.
4.      Resistor yang kita ukur masih dalam keadaan baik karena masih dalam batas ukur.
5.      Dalam pembacaan pada sudut yang berbeda akan mempengaruhi pembacaan nilai hambatan resistor serta kehilangan muatan saat pengukuran.

Hasil pengukuran bisa saja berbeda antara pengukuran dengan cara membaca kode warna dengan pengukuran menggunakan alat multitester, hal ini disebabkan oleh beberapa factor diantaranya bisa karena sudut pandang yang berbeda, jarum yang tidak diatur hingga titik nol ataupun bisa juga karena kesalahan terhadap pembacanya. Maka dari itu dibutuhkan ketelitian dalam membacanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Pembuatan Paving Block

Model Spiral Dalam Software Development Life Cycle

Kecerdasan Buatan " Graf Simetris "